This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 Maret 2016

SELAMAT JALAN IBU KEDUA

Pertama, saya sangat bersyukur bahagia telah mengenal beliau bahkan sejak masih kecil. Bersyukur berada di bawah bimbingan dan pengasuhan beliau saat usia belia.
Terlebih, bersyukur bisa membersamai beliau tatkala sakit yang bertahun-tahun lamanya beliau rasakan, di beberapa bulan ini semakin menjadi.
Masih jelas teringat wajah sehat segar beliau, juga wajah sakit lemah beliau. 
Masih jelas teringat saat2 bersama beliau sejak membuka mata awali hari hingga menjelang akhiri hari di malam sunyi.
Masih jelas teringat tentang kursi roda, perban, jarum suntik, obat2an dan semua yg terkait sakit dan penyembuhannya.
Kini, semua itu telah menjadi kenangan. Di awal pagi, keheningan sisa kesedihan semalam masih terasa kuat.
Kini, semua tentang beliau telah berganti. Berganti ke alam lain.
Kini, beliau telah tiada. Allah telah memanggil beliau. Tadi malam, setelah terakhir di siang hari saya menerobos memasuki ICU yg dijaga ketat dan mendapati beliau memang lebih tak berdaya. Tak ada kata yg terucap, beliau hanya diam memandang. Hampa.
Ibu Hj. Aslikah. Yang sangat peduli, tegas, diaiplin dan penyanyang. Kenangan bersama beliau masih melekat. Pun nasehat2 beliau masih jelas terukir di hati sbg pegangan utk menguatkan langkah diri.
Ibu kedua itu, semoga khusnul khotimah si sisi-Nya. Surga sebaik-baik tempat untuk beliau. Maghfiroh-Nya sebaik-baik karunia yg jauhkan dr neraka-Nya.
Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun..
Li kully syai-in ajal.
All will end.
Kematian pasti menjemput dengan banyak caranya, lewat banyak pintu.
Allahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa'fu 'anhaa...
Mohon bentangkan jalan ke surga dan cinta hakiki-Mu yaa Rabb...
Aamiin...
Jombang, 18 Maret 2016
~ Qurani

Selasa, 15 Maret 2016

Kisah Inspiratif Polisi Jombang

Pelajaran Hari Ini
Belajar Solid, Sigap dan Kematian dari Pak Polisi
****
Kali ini bukan AQ yang berbincang. Tapi saya akan berbagi sebuah kejadian fakta yg baru saja terjadi dan saya berada di TKP.
Sebelumnya, saya mohon maaf kpd Bapak Polisi krn sdh menjepret beliau dg kamera HP.
Begini kejadiannya.
Pagi ini saya di UGD untuk mengurus bbrp hal krn Ibu Nyai yang sedang sakit dan 'dipaksa' hrs opname. Tiba2, "brakkkk!!" Suara yg sangat keras terdengar tepat d depan UGD RS Muhammadiyah Jombang. Saya pun langsung keluar mencari tahu sumber suara tsb. Ternyata kecelakaan motor. Tiga buah motor tergeletak di Jl. Dr. Soetomo, seorang lelaki segera dilarikan k UGD dg dibopong riga orang, seorang lagi berjalan dipapah seorang lelaki berhelm dan seorang yg lain duduk mengindari jalan raya, beliau dalam keadaan tidak gawat.
Tiga bilik UGD diisi tiga orang berbeda. Bilik pertama, seorang wanita yg sangat baik dan sangat saya sayangi. Rintihan beliau seketika kalah tertindih rintihan dr bilik kedua. Ya, seorang laki2 berseragam polisi itu bernama Pak Eko. Baru saja beliau bertabrakan keras dg seorg laki2 paruh baya yg tergeletak galau di bilik tiga.
Kondisi keduanya berbeda. Lelaki paruh baya tampak biasa, begitu pun sakitnya. Tak ada keluhan parah, hanya wajahnya yg jelas menampakkan kegalauan. Sesaat kemudian beliau berbicara melalui telpon yg mengabarkan beliau kecelakaan dan izin tdk masuk kerja.
Sementara pak polisi masih merintih kesakitan. Tdk ada lima-sepuluh menit, rombongan polisi berdatangan. Sangat cepat informasi itu sampai hingga beberapa waktu kemudian kepala polisi pun datang. Wajah-wajah beliau tampak bingung, putar sana-sini, telpon sana-sini, jalan sana-sini, membuat sy mematung bingung.
Solid. Ini yg saya dapat. Secepat kilat puluhan polisi memenuhi UGD, sebagian mengatur di jalan raya tempat kecelakaan. Semakin terdengar rintihan dan suara alat yg menyeramkan terdengar memompa, semakin berdatangan polisi yg lain. Saya juga melihat seorang polwan berjilbab tampak galau tapi tenang.
Sigap. Kesolidan itu berbuntut sigap. Kilatan kedatangan para polisi menunjukkan kesigapan atas apa yg terjadi. Baik sigap kpd sahabatnya yg tertimpa musibah maupun sigap thd kasus kecelakaan scr umum.
Kematian. Saya sempat mengintip ke bilik dua. Beberapa dokter tampak sibuk. Wajah Pak Eko pucat, begitupun tangan beliau. Sama sekali tidak ada darah, tidak ada luka. Hanya sedikit terlihat celana beliau kotor krn aspal, tdk sobek. Saya heran, mengapa sampai mengeluarkan alat berbunyi seram begitu, sementara tdk ada luka.
Bilik tiga masih galau. Tiga org laki2 yg st duga adlh teman dr korban kecelakaan itu pun tampak mematung galau dg pakaian yg sangat sederhana. Hati saya teriris melihat fenomena itu. Ditambah saat istri dan anak beliau datang dg ekspresi galau, tampilan yg juga sangat sederhana. Bilik tiga mematung menyaksikan riwa-riwinya polisi.
Sesaat kemudian seorg perempuan berseragam putih dtg tergopoh-gopoh. Dari seragamnya, menunjukkan beliau adlh perawat RSUD. Jelas saya melihat bagaimana ekspresi tangisnya. Pilu, melihat sang suami tergeletak kesakitan tanpa luka yg terlihat.
Setelah a,b,c, Pak Eko pun dilarikan ke ruang operasi.
Beberapa menit kemudian, saat saya hendak membuat tulisan ini di ruang tunggu, salah seorang polisi berdiri di depan saya dan berbincang dg org lain melalui telpon. Dari situ jelas saya mendengar bahwa Pak Eko telah meninggal dunia.
Innalillahi wa inna ilahi roji'un...
Dengan SKSD, saya pun membuka percakapan dg pak polisi, kepo. Dari situ saya mendapat kabar bahwa tdk ada luka di luar, beliau juga tdk mengidap penyakit dlm, sehat. Setir sepeda motor menghantam perut beliau dan mengakibatkan luka dlm. Belum sampai dibedah, ajal telah menjemput beliau.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un...
Kematian, siapa yg tahu ? Tidak sampai satu jam, Pak Eko telah pergi. Siapa yg tahu ? Masih pagi, pasti sudah diawali semangat bersama indahnya mimpi. Tapi, apakah kematian menunggu kesepakatan janji ? Tidak, tidak ada notifikasi sblmnya kalau beliau saat itu akan dijemput malaikat maut menuju alam lain yg abadi. Terlepas bagaimana jalan kematian itu, siapa yg salah, harusnya bagaimana dan lain sebagainya, kematian pasti menyapa.
Li kully syai-in ajal. 
All will end.
Saya, Qurrotu Ainy Qurani mengucapkan bela sungkawa utk Pak Eko yg telah mengabdi utk negeri ini. Semoga jannah-Nya adalah sebaik-baik tempat utk beliau, maghfiroh-Nya menyelamatkan beliau dari api neraka. Dan keluarga diberi kesabaran serta kekuatan. Aamiin
~ Qurani
Jombang, 15 Maret 2016

Rabu, 18 November 2015

ALLAH-KU

 
Allah, dengan gagah menepuk pundak sang hamba seraya berkata mengokohkan hati, "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."
Dia pun tersenyum lembut dan mengelus kepala sang hamba, "Karena Aku, selalu membersamaimu."
Begitulah Dia, yang selalu hadir dan memang hendaknya selalulah kita hadirkan dalam setiap waktu. Karena Dia yang paling mengerti kita. Rasakan getar cinta-Nya. Rasakan kehadiran sang Maha Kuasa. Hasbunallah...


~ Qurani

KARENA DAKWAH TAK SELALU DI ATAS MIMBAR


Karena dakwah tak selalu di atas mimbar. Pun tak melulu dengan sorban.
Sabda Rasulullah, "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat" tentu tidaklah asing bagi kita. Dan Islam yang indah tak sedikitpun mengajarkan strategi yang merusak atau menakut-nakuti di dalamnya, tak juga ajarkan 'menghembuskan nafas dakwah dalam atmosfer yang ternoda.'
Islam yang damai ajarkan yang damai pula. Islam adalah nuur, cahaya yang menerangi kegelapan. 
Dialah lentera, dan kita pasukan pembawa lentera itu.
Haruskah kita tinggalkannya?
Rise Your self To Help Mandkind (RYTHM).
Maka mari tingkatkan Kualitas Diri, Ekonomi dan Sosial (KaDES) untuk wujudkan Care and Solidarity for Humanity (CASH) dan Islam, jayalah selalu.



~ Qurani

IBADAH NGGAK NUNGGU MATI


Ini bukan rekayasa. Bukan pula kisah dalam sinetron atau telenovela. Ini realita.
Di salah satu Rumah Sakit Internasional di Surabaya yang tak jarang muncul penampakan wajah2 asing dan aseng, terdapat satu ruang khusus yang tertulis Mushola / Ruang Berdoa.
Terharu, melihat wajah2 pribumi yang khusyu' dalam sholat berjama'ah maupun sendiri, dzikir dan juga mengaji Al-quran.
Tampaknya tempat itu tidak ada sepinya. Mereka datang silih berganti. Tak hanya sholat wajib, tetapi juga sunnah !
Subhanalah... wajah2 teduh itu menjadi pelajaran untuk kita semua.
Mereka bukan orang2 berdasi, hanya orang2 berseragam. Tidak semua berjilbab atau bercelana di atas mata kaki. Mereka adalah perawat, security, cleaning service, penjaga kantin dan beberapa petugas lainnya.
Kompak dan segar dengan basuhan air wudhu.
Ibadah nggak pakek nanti, nggak nunggu mati.
Semoga keberkahan menyertai kita semua.


~ Qurani

EMPTY YOUR CUP


 18 Agustus

Karena keinginan mulia haruslah diperjuangkan. Perubahan dan perbaikan diri untuk yang lebih besar.
Tak hanya diam. Tapi bergerak, berbuat, bertawakal kepada Nya.
Maka melihat sisi lain di sekeliling kita untuk dijadikan pelajaran pun menjadi keharusan. Dengan berbekal keyakinan "Aku tidak lebih baik dari siapapun. Untuk itulah aku membuka hatiku untuk menerima hikmah dan pelajaran."
Empty your cup.


~ Qurani

SEMPURNA



"Man tholaba akhon bilaa 'aibin, baqiya bilaa akhin. Barangsiapa mencari teman yang tidak mempunyai cela / aib, maka ia tak akan mendapatkan teman"
Ini tak semudah yang dinyanyikan oleh Andra and The Backbone, "Sempurna". Sisi negatif atau kelemahan seseorang adalah wujud kesempurnaannya sebagai seorang manusia. Bila tak ada sedikit pun cela, maka dia bukanlah manusia yang sesungguhnya.
Jadi, mengapa bersusah mencari yang sempurna ? Bukankah kita sendiri tidaklah bersih sempurna ?
Silahkan browshing di google, lacak dengan GPS, hingga order di Tokopedia sampai Warteg pun, tak akan temukan sosok teman yang kinclong tak ber-AIB. Karena yang sempurna hanyalah Dia ; Allah, our top of oriented.
26 Agustus · BlackBerry Smartphones App ·

~ Qurani
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html
Diberdayakan oleh Blogger.